Sabtu, 26 Desember 2020

Cerpen Bersama Menuju Lebih Baik

 Halo teman-teman onlineku... Aku pengen buat cerita pendek nihh... Baca yaa... Semoga sukaa...

Judul             : Bersama Menuju Lebih Baik

Tema            : Cerita Hijrah Para Remaja Nakal

Durasi          : 1 Menit

Pemain         :

 

-       Ilham

-       Bagus

-       Erick

-       Dova

-       Dhani

 

Lokasi           : Ruang Kelas – Tempat Tongkrongan – Rumah Naskah         :

Pada Siang Hari di ruang kelas pada jam istirahat sedang berkumpul sekelompok remaja yang beranggotakan 5 orang yang masih sekolah dan akan mengadakan pesta pada Malam Hari.

Bagus           : “Hey… gais nanti malam loe semua pada ada acara gak …?” Ilham   : “Engga ,emang ada apa?”

Bagus           : ”Ntar malem dateng ke pestaku ya?” Erick             : “Pesta apaan?”

Bagus           : “Pesta miras..hahaha” (sambil ketawa) Dova,Ilham          : “Apa? Pesta miras?”

Bagus           : “Iya, kalian pada mau kan?”

 

Dhani            : ”Oke.”

 

Erick             : “Dhani, Loe beneran ikut ajakan Bagus?” Dhani            : “Ajakan ke pesta miras itu?”


Erick             : “Iya lah.”

 

Dhani            : “Pasti ikut dong, aku lagi galau soalnya.”

 

Bagus           : “Oke deh, ntar malam gua tunggu loe semua di rumah gua ya.”

 

Sepulang Sekolah mereka berkumpul di tempat tongkrongan dan membahas tentang acara nanti malam, tapi yang datang baru Bagus, tiba-tiba datang Pak Ustad dan mengobrol dengan mereka.

Bos Warung  : “Hai, Gus?”

 

Bagus           : “Hai Bos, lainnya di mana kok bos sendiri.”

 

Bos Warung  : “Aku juga gak tau , paling bentar lagi datang.” (Tiba-tiba Ilham , Erick datang) Ilham,Erick      : “Hei Bro!”

Ilham            : “Sorry, baru datang.”

 

Bobby           : “Oke gak apa-apa, emang kalian dari mana?” Erick  : “Dari beli makan.”

Ilham            : “Heh, ntar malem jadi kan?

 

Bagus           : “Jadi dong, aku udah siapin 3 botol.” Erick             : “Widihh.”

Pak Ustad     : “Assalamualaikum wr.wb.” Semua                     : “Waalaikum salam.”

Pak Ustad     : “Sedang apa kalian disini?” Ilham : “Sedang nongkrong Pak.”

Pak Ustad     : “Apa kalian tidak sholat ? ini kan sudah waktunya sholat ashar.” Erick      : “Iya Pak sebentar.”

Pak Ustad     : “Jangan gitu dek, sholat itu jangan di tunda-tunda tidak baik menunda sholat.” Ilham                    : “Iya bentar lagi.”


Pak Ustad   : “Iya sudah kalau begitu, eh adek-adek ini ntar malam ikut pengajian di masjid   sini?

Bagus           : “waduhh nanti malam kita sudah ada acara sendiri Pak, iya kan?” (bicara pada teman-teman).

Pak Ustad     : “Acara apa?”

 

Ilham            : “biasa si Pak anak muda.”

 

Pak Ustad : “Loh kok gak jelas gitu, mendingan kalian ikut pengajian saja, itu malah dapat pahala, dari pada kalian Cuma nongkrong-nongkrong saja malah gak ada manfaatnya.”

Bagus           : “ma’af Pak tidak bisa.”

 

Pak Ustad : “Oh yaudah dek kalau kalian pada  gak  bisa,  saya  pergi  dulu  ya.  Asslamualaikum.”

Semua          : “Wa’alaikum salam Pak.”

 

Malam telah datang saat mereka sedang asik, tiba-tiba saat jam 10 malam datang Pak Ustad yang pulang dari pengajian dan melihat mereka (..........). Pak Ustad menghampiri dan menceramahi mereka sampai akhirnya mereka ?

Pak Ustad                     : “Assalamualaikum.” Semua                     : “Wa’alaikum salam.”

Pak Ustad     : “Sedang apa kalian di sini?” Bagus       : “Kita sedang pesta tad.”

Ilham            : “Sudahlah tad jangan ganggu kita.”

 

Pak Ustad     : “Astaghfirullah kalian tidak boleh seperti itu. Itu dosa.” Bagus                               : “Apa? Pak Ustad bilang dosa?”

Pak Ustad      : “Iya, minuman keras itu di larang Allah SWT oleh karena itu siapa yang minum- minuman mereka akan mendapat dosa.”

Ilham            : “Allah itu bohong tad.”

 

Dova             : “Apa Ustad mau gabung dengan kita?”


Pak Ustad    : “Oh tidak, sya sampai akhir hayat pun saya tidak akan minum-minuman keras    itu. Mendingan kalian insyaf, masa depan kalian masih panjang, masih punya harapan, apa kalian tidak takut neraka?”

Dova             : “Hahaha neraka itu tidak ada tad?”

 

Bagus           : “Iya betul itu, neraka itu hanya untuk Ustad.”

 

Pak Ustad : “Astaghfirullah, neraka itu buat orabg-orang  yang  jelek  orang-orang  seperti kalian, jadi taubatlah, apa orang tua kalian bangga dengan kelakuan kalian? Mereka tidak akan bangga dengan kelakuan kalian yang begini.”

Erick             : “iya, kata pak ustadz benar juga.”

 

Bagus           : “heh, kamu itu temanku apa nggak sih?, kamu malah membela pak ustadz.” Erick         : “tapi benar kata pak ustadz Gus.”

Bagus           : “lha trus mau kamu apa?”

 

Erick             : “bukanya gitu Gus, tapi apa yang dikatakan pak ustadz ada benarnya juga.” Bagus         : “kau ini banyak omong sih, kita selesaikan saja pakai cara laki-laki.”

(Bagus megang Botol, dan akan dilempar ke Erick, tapi dicegah oleh Ilham, Dova & Dhani) Ilham         : “sudah!!” (sambil memegang bagus)

Dhani            : “hei gus, sadar!! Erick itu teman kita, tapi yang dikatakan pak ustadz benar juga.”

Dova             : “ iya betul juga.”

 

Pak ustadz : “Heh, Sudah!! Apa yang kalian  lakukan?.  Bagus,  sadar!!  Kammu  itu  digoda setan, neraka menanti kalau kamu begini terus. Lihat di TV dan dikoran banyak dampak dari minuman keras, banyak juga yang meninggal karena minuman keras. Apa kamu mau mati sia- sia hanya karena minuman keras? Kalau orang tuamu tauini pasti akan kecewa.

Bagus           : “tapi pak”

 

Pak ustadz    : “nggak usah tapi-tapi, hentikan sekarang!”

 

Dhani            : “ iya gus, kita harus hentikan sekarang! Benar sekali kata pak ustadz.” Bagus     : “ iya dhan, setelah aku pikir-pikir ada benarnya juga.”


Pak ustadz    : “ sekarang berhentilah minum minuman keras. Taubatlah!!” Bagus      : “iya pak, kami akan taubat.”

Pak ustadz     : “Alhamdulillah, sekarang kamu dengan Erick ma’afan.” Bagus      : “iya pak. Erick ma’afin aku ya?”

Erick             : “iya Gus, ma’afin aku juga ya?”

 

Pak ustadz : “Alhamdulillah. Sekarang kalian mending pulang dan sholat untuk memperbaiki kesalahan yang sudah kalian lakukan ini.”

Bagus           : “iya pak, ma’afin kita pak?”

 

Pak ustad : “iya”

 

Bagus           : “makasih pak.”

 

Ilham            : “ ayo kita pulang teman!”

 

Semua          : “ iya, ayo! Kami semua pulang dulu pak. Assalamu’alaikum” Pak ustadz : “Wa’alaikum salam”

Akhirnya merekapun pulang dan menuruti apa yang dikatakan pak ustadz. Mereka taubat dan sholat untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya. Setelah itu mereka tidak pernah mengulangi kesalahan itu lagi. Mereka malah ikut pengajian dan menambah ilmu keagamaan mereka dengan cara menjadi santri disebuah pondok pesantren. Hidup mereka sukses. Dan merekapun hidup bahagia.


Gimana teman-teman ceritanya? Bagus kah? Atau ada yang kurang? Kasih saran yaa.. hehe Btw terima kasih sudah membacaa...