Halo teman-teman onlineku... Aku pengen buat cerita pendek nihh... Baca yaa... Semoga sukaa...
Judul : Bersama Menuju Lebih Baik
Tema : Cerita Hijrah Para Remaja Nakal
Durasi : 1 Menit
Pemain :
-
Ilham
- Bagus
- Erick
-
Dova
- Dhani
Lokasi :
Ruang Kelas – Tempat Tongkrongan – Rumah Naskah :
Pada Siang Hari di
ruang kelas pada jam istirahat sedang berkumpul sekelompok remaja yang
beranggotakan 5 orang yang masih sekolah dan akan mengadakan pesta pada Malam
Hari.
Bagus : “Hey… gais nanti
malam loe semua pada ada acara gak …?” Ilham :
“Engga ,emang ada apa?”
Bagus :
”Ntar malem dateng ke pestaku ya?” Erick :
“Pesta apaan?”
Bagus :
“Pesta miras..hahaha” (sambil ketawa) Dova,Ilham : “Apa? Pesta miras?”
Bagus :
“Iya, kalian pada mau kan?”
Dhani : ”Oke.”
Erick :
“Dhani, Loe beneran ikut ajakan Bagus?” Dhani :
“Ajakan ke pesta miras itu?”
Erick : “Iya lah.”
Dhani : “Pasti ikut dong, aku lagi galau soalnya.”
Bagus : “Oke deh, ntar malam gua tunggu loe
semua di rumah gua ya.”
Sepulang Sekolah mereka berkumpul di tempat tongkrongan dan
membahas tentang acara nanti malam, tapi yang datang baru Bagus, tiba-tiba
datang Pak Ustad dan mengobrol dengan mereka.
Bos
Warung : “Hai, Gus?”
Bagus : “Hai Bos, lainnya di mana kok bos sendiri.”
Bos Warung : “Aku juga gak tau ,
paling bentar lagi datang.” (Tiba-tiba Ilham , Erick datang) Ilham,Erick : “Hei Bro!”
Ilham :
“Sorry, baru datang.”
Bobby :
“Oke gak apa-apa, emang kalian dari mana?” Erick : “Dari beli makan.”
Ilham :
“Heh, ntar malem jadi kan?
Bagus :
“Jadi dong, aku udah siapin 3 botol.” Erick :
“Widihh.”
Pak Ustad : “Assalamualaikum wr.wb.” Semua :
“Waalaikum salam.”
Pak Ustad : “Sedang apa kalian disini?” Ilham : “Sedang
nongkrong Pak.”
Pak Ustad : “Apa kalian tidak sholat ? ini kan sudah
waktunya sholat ashar.” Erick : “Iya Pak sebentar.”
Pak Ustad : “Jangan gitu dek, sholat itu jangan di
tunda-tunda tidak baik menunda sholat.” Ilham :
“Iya bentar lagi.”
Pak Ustad : “Iya
sudah kalau begitu, eh adek-adek ini ntar malam ikut pengajian di masjid sini?
Bagus :
“waduhh nanti malam kita sudah ada acara sendiri Pak, iya kan?” (bicara pada
teman-teman).
Pak Ustad :
“Acara apa?”
Ilham : “biasa si Pak anak muda.”
Pak Ustad : “Loh kok gak jelas gitu, mendingan kalian ikut
pengajian saja, itu malah dapat pahala, dari pada kalian Cuma
nongkrong-nongkrong saja malah gak ada manfaatnya.”
Bagus : “ma’af Pak tidak bisa.”
Pak Ustad : “Oh yaudah dek kalau kalian pada gak
bisa, saya pergi
dulu ya. Asslamualaikum.”
Semua : “Wa’alaikum salam Pak.”
Malam telah datang saat mereka sedang asik, tiba-tiba saat
jam 10 malam datang Pak Ustad yang pulang dari pengajian dan melihat mereka
(..........). Pak Ustad menghampiri dan menceramahi mereka sampai akhirnya
mereka ?
Pak Ustad : “Assalamualaikum.” Semua : “Wa’alaikum salam.”
Pak Ustad : “Sedang apa kalian di sini?” Bagus : “Kita sedang pesta tad.”
Ilham :
“Sudahlah tad jangan ganggu kita.”
Pak Ustad : “Astaghfirullah kalian tidak boleh
seperti itu. Itu dosa.” Bagus :
“Apa? Pak Ustad bilang dosa?”
Pak Ustad : “Iya, minuman keras itu di larang Allah
SWT oleh karena itu siapa yang minum- minuman mereka akan mendapat dosa.”
Ilham : “Allah itu bohong tad.”
Dova : “Apa Ustad mau gabung dengan
kita?”
Pak Ustad : “Oh
tidak, sya sampai akhir hayat pun saya tidak akan minum-minuman keras itu. Mendingan kalian insyaf, masa depan
kalian masih panjang, masih punya harapan, apa kalian tidak takut neraka?”
Dova : “Hahaha neraka itu tidak ada tad?”
Bagus : “Iya betul itu, neraka itu hanya
untuk Ustad.”
Pak Ustad : “Astaghfirullah, neraka itu buat
orabg-orang yang jelek
orang-orang seperti kalian, jadi
taubatlah, apa orang tua kalian bangga dengan kelakuan kalian? Mereka tidak
akan bangga dengan kelakuan kalian yang begini.”
Erick : “iya, kata pak ustadz benar juga.”
Bagus :
“heh, kamu itu temanku apa nggak sih?, kamu malah membela pak ustadz.” Erick : “tapi benar kata pak ustadz Gus.”
Bagus :
“lha trus mau kamu apa?”
Erick : “bukanya gitu
Gus, tapi apa yang dikatakan pak ustadz ada benarnya juga.” Bagus :
“kau ini banyak omong sih, kita selesaikan saja pakai cara laki-laki.”
(Bagus megang Botol, dan akan dilempar ke Erick, tapi
dicegah oleh Ilham, Dova & Dhani) Ilham :
“sudah!!” (sambil memegang bagus)
Dhani :
“hei gus, sadar!! Erick itu teman kita, tapi yang dikatakan pak ustadz benar
juga.”
Dova : “ iya betul juga.”
Pak ustadz : “Heh, Sudah!! Apa yang kalian lakukan?.
Bagus, sadar!! Kammu
itu digoda setan, neraka menanti
kalau kamu begini terus. Lihat di TV dan dikoran banyak dampak dari minuman
keras, banyak juga yang meninggal karena minuman keras. Apa kamu mau mati sia-
sia hanya karena minuman keras? Kalau orang tuamu tauini pasti akan kecewa.
Bagus : “tapi pak”
Pak ustadz :
“nggak usah tapi-tapi, hentikan sekarang!”
Dhani : “ iya gus, kita
harus hentikan sekarang! Benar sekali kata pak
ustadz.” Bagus : “ iya dhan,
setelah aku pikir-pikir ada benarnya juga.”
Pak ustadz : “ sekarang berhentilah minum minuman
keras. Taubatlah!!” Bagus : “iya pak,
kami akan taubat.”
Pak ustadz : “Alhamdulillah, sekarang kamu dengan
Erick ma’afan.” Bagus : “iya pak. Erick
ma’afin aku ya?”
Erick :
“iya Gus, ma’afin aku juga ya?”
Pak ustadz : “Alhamdulillah. Sekarang kalian mending pulang
dan sholat untuk memperbaiki kesalahan yang sudah kalian lakukan ini.”
Bagus :
“iya pak, ma’afin kita pak?”
Pak
ustad : “iya”
Bagus : “makasih pak.”
Ilham : “ ayo kita
pulang teman!”
Semua : “ iya, ayo! Kami semua pulang dulu pak. Assalamu’alaikum”
Pak ustadz : “Wa’alaikum salam”
Akhirnya merekapun pulang dan menuruti apa yang dikatakan
pak ustadz. Mereka taubat dan sholat untuk memperbaiki kesalahan yang telah
dilakukannya. Setelah itu mereka tidak pernah mengulangi kesalahan itu lagi.
Mereka malah ikut pengajian dan menambah ilmu keagamaan mereka dengan cara
menjadi santri disebuah pondok pesantren. Hidup mereka sukses. Dan merekapun
hidup bahagia.
Gimana teman-teman ceritanya? Bagus kah? Atau ada yang kurang? Kasih saran yaa.. hehe Btw terima kasih sudah membacaa...